Breaking News

Saturday, 12 January 2019

Peringatan Haul Syekh Abdul Qadir Al-jailani 1440H

Faedah Menelaah Kehidupan Orang Sholeh
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

📝 Peringatan Haul Syekh Abdul Qadir Al-jailani.

Pada dasarnya membaca manaqib adalah membaca cerita kebaikan amal dan akhlak terpujinya seseorang.

Oleh sebab itu kata manaqib cocoknya hanya bagi orang-orang baik dan mulia. Maka statusnya juga sangat dianjurkan, kerananya manaqib menceritakan teladan yang baik untuk diikuti.

Apa faedahnya membaca manaqib dan memperingati kehidupan orang-orang sholeh dulu.?

Maka faedahnya membaca manaqib dan mengingat orang-orang sholeh adalah sepertimana yang tersebut di dalam sebuah hadits riwayat ad-Dailami didalam Musnad al-Firdaus dari Sayyidina Muadz :

عند ذﻛﺮ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﺻﺪﻗﺔ ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻳﻘﺮﺑﻜﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻨﺔ

Maksudnya: mengingat / menyebut tentang kehidupan para Nabi2 adalah ibadah, mengingati orang-orang sholeh adalah kaffarah (bagi dosa), mengingat mati adalah bernilai pahala sedekah dan mengingat kubur mendekatkan kalian semua kepada syurga.

Menurut Imam asy-Sayuthi di dalam al-Jami’ asy-Shoghir dan al-Munawi didalam Faidhul Qadir, Muhammad bin Yunus berkata :

 ﻣﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻧﻔﻊ ﻟﻠﻘﻠﺐ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ

Artinya: Tiada aku melihat  akan sesuatu yang terlebih manfaat bagi hati daripada mengingat riwayat hidup orang-orang sholeh.

Imam Sufyan bin Uyainah  mengatakan :

ﻋﻨﺪ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﺗﻨﺰﻝ ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ

Artinya: Tatkala menyebut orang-orang sholeh (hal-ihwal kebaikan mereka) akan menjadi penyebab turunnya rahmat.

Imam Junaid al-Baghdadi  pula berkata :

Hikayat (kisah orang-orang sholeh) itu adalah merupakan tentera dari tentera-tenteranya Allah Ta’ala dimana Allah menetapkan hati para auliyaNya dengan kisah-kisah tersebut. Maka hal demikian ditanyakan lagi kepada Imam.

Apakah engkau mempunyai asas menyokong katamu itu? Maka beliau menjawab:

Dalil atau landasan hukum bagi kenyataannya itu adalah firman Allah, " Dan semua kisah-kisah Rasul-rasul itu, kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad), yang dengannya Kami teguhkan hatimu. (Surah Hud:120).

Momen dari peringatan Haul Syekh Abdul Qadir Al-jailani yang telah diselenggarakan kesekian kalinya di pondok ini setidaknya membuat kita memahami dan mempelajari  tentang Akhlak maupun Amaliahnya orang-orang sholeh. Bagaimana tidak, keistiqomahan dalam beramalnya syekh Abdul qadir menjadi perbandingan dengan kita orang awam bahwa orang-orang sholeh waktunya benar-benar diberkahi oleh Allah dalam nilai-nilai ibadah, karena memang beliau lebih mendahulukan sesuatunya untuk Allah hingga wajar saja Allah berikan segala sesuatu kepada beliau. Disinilah hal yang perlu untuk kita pelajari dan kita tiru.

Diantara kalam Hikmah dan Nasehat yang disampaikan oleh Habibana Husien bin Alwi bin Agiel adalah :

" Banyaknya orang ketika hidup di dunia lebih memprioritaskan sebuah kualitas dihadapan manusia lainnya dalam melakukan sesuatu. Jika ia seorang bawahan dalam bekerja maka ia selalu dituntut dan berusaha untuk selalu profesional dihadapan atasannya. Tapi ironi yang ada justru ketika ia beribadah seolah menafikan bahkan tak menghiraukan keprofesionalannya dalam beribadah kepada Allah. siapapun dia, apapun jabatannya, bagaimanapun status sosianya. Padahal ia sendiri dihadapan maha yang mengatur rizkinya, kehidupannya, hidup dan matinya hingga lipatan hati atasannya atau Bos-Nya yang ia anggap sebagai sumber rizkinya ". Aw kama Qoll Habib ...

Ada banyak faedah dan pesan hikmah yang disampaikan oleh Al-habib tentang pentingnya memperbaiki keharmonisan antara hubungan hamba dengan Rabb-Nya.

Al-hamdulillah.
Harapannya, mudah-mudahan momen tahun ini lebih baik dari pada tahun lalu serta harapannya pula di tahun yang akan datang lebih baik dari tahun ini. Hingga kita tergolong Ummat yang dapat membanggakan hati Habibuna Muhammad s.a.w dalam melakukan amal ibadah. Amin

Ponpes Raudhatut Thalibin
6 Jumadil awwal 1440
12 Januari 2019







Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Powered by Hanapi Bani - Designed Template By HANAPI